Dianabesni's Blog

Aku takut akan sesuatu tapi aku tak tahu apa yang aku takutkan. Aku memutuskan untuk tak lagi menginggat mu. Tapi saat kelas kuliah dimulai aku mengurungkan niat ku . Saat aku tak menemukan di mana tas mu, Aku mulai gelisah, Berbagai hal memenuhi kepala ku, Apakah kau sakit , dan tak bisa hadir hari ini. Selalu begitu. Saat kelas berakhir aku jadi gelisah sendiri karena pertemuan ku dengan mu akan berakhir. Aku tak sabar menunggu minggu besoknya lagi agar sekelas kembali dengan mu. Hal aneh yang ku alami akhir-akhir ini. Bingung.
Kau mengingatkan pada masa kecil ku dulu, aku menunggu kawan mengaji ku di kelas penuh dengan kecemasan yang tak beralasan, sampai ia muncul barulah aku tenang, ditertawakan teman-teman dengannya merupakan hal sangat ku tunggu karena ada hal aneh yang kurasakan, jantung ku berdebar.
Lalu apa yang terjadi sekarang apa kau hanya sama dengan teman mengaji ku dulu, aku menunggu kau muncul dan menunggu kita ditertawakan teman-teman. Aku lelah melewati ini semua, tapi memang benar dari hari kehari tingkahku malah semakin kekanak-kanakan, aa sudah lah kadang ku berpikir demikian.
Tapi aku tak bisa menghilang kau dari setiap gerak ku, kadang tanpa kusadari air mata ku meleleh dan mulai merambat menuruti tebing pipi. Kini ku temukan cara agar bisa berkomunikasi dengan lancar dengan mu, walaupun tak ada jawabannya.
Mungkin hanya lewat tulisan ini aku dapat menceritakan semua, karena kurasa kau tak cukup banyak waktu untuk bercerita berdua dengan ku, aku tak punya banyak keberanian untuk bercerita langsung pada mu, aku tak cukup banyak keberanaian jika kau tahu aku sering memperhatiakn mu secara diam-diam.
Sekarang aku menemukan cara agar hal ini tak kupendam sendiri, kali ini aku berbagi dengan mu lewat tulis karena ini hobiku. Kau tak perlu jawab kau cukup mendengarkan, karena aku sangat paham kau tak cukup banyak waktu untuk menjawab atau sekedar mengangukakn kepala tentang apa yang aku rasakan. Aku juga sangat paham kau tak cukup banyak waktu untuk mengangakat telpon ku walaupn nada deringmu berwarna cemas. Kau juga tak cukup banyak tenaga untuk mereplay satu buah pesan pendek dari ku. Aku juga tahu kau sama dengan yang lainnya punya penyakit pelupa yang parah sampaikan lupa kalau aku adalah salah satu teman mu, malang.
Entahlah aku tak tahu harus mulai dari mana, awalnya aku melihat mu saat ujian semester pertama, kau melangkah dengan tangan masuk kedalam kantong celana dasar kain berwarna hitam, kemeja putih yang kau kena kan, berkibar ditiup angin karena kelongaran, memang aneh, gaya mu itu tak bisa mengalihkan pandangan ku. Semua yang kulihat darimu waktu itu, satu kata saja aku suka. Jujur, aku tertarik dengan tampilan luarmu. Tapi waktu itu aku berfikir, aaa sudahlah…..?
Ujian berlalu dan liburpun sudah dipengujunng, pembagian kelas semester lanjutnya ternyata membuatku gugup tak menentu, ternyata takdir berkata lain, aku dan kau satu kelas. Aku bahagia setengah mati tapi aku juga takut setangah mati, aku takut mataku tak kunjung lepas dari mu.
Hari kehari, minggu ke minggu berlalu, ternyata kau begitu dingin sebulan dua bulan aku belum juga megenal mu. Pikir ku untunglah, aku tak berharap tak terlalu dekat dengan mu. Tapi hari kehari minggu ke minggu dan bulan-kebulan berkata lain kau dan akupun mulai saling kenal. Senang bercampur takut setengah mati kembali kurasakan. Aku coba untuk bertingkah biasa saja, aku mencoba untuk tak lagi mencuri kesempatan memperhatikan tingkah aneh mu saat belajar.
Kehari kehari semua bertambah aneh, apa yang kurasakan semakin tak bersahabat, tak melihat mu sehari kepala ku terasa mau pecah, aku berusaha untuk bersikap biasa seperti sebelum kau ada. Tapi tak bisa sungguh tak bisa, kini aku hanya bisa bersabar menunungu hal berikutnya yang akan terjadi, berikutnya yang akan menimpaku setelah aku menuliskan hal ini.
Rabu dan kamis semester tiga ini merupakan hari yang sangat kutunggu karena hanya hari ini aku bisa melihat mu, bisa mencuri kesempatan untuk memperhatikan tingkah aneh mu, ha ha ha aneh.., tapi itu lah realita yang sedang kuhadapi sekarang.
Aku bukan ahli dalam menjalin komunikasi dengan lawan jenis, aku bukan orang yang bisa menggulung lidah dengan rapi dan mengeluarkan kata-kata indah didekat mu. Sayang padahal begitu banyak kesempatan untuk menumpahkan semuanya pada mu.
Aku senang bisa menuliskan semuanya disini karena disini aku bisa mengeluarkan semua yang kurasakan. Berhari hari berminggu- minggu hal ini terjadi akupun tak membiarkanya begitu saja ku mencoba mencari jalan keluar, karena aku tak mau terjebak dalam ulah ku sendiri. Maaf kalau aku mencoba mencari sisi terburuk dalam dari mu, karena hanya dengan demikan aku bisa berhenti memikirkan mu, karena dengan demikan aku tak lagi mencuri kesempatan untuk memperhatikan tingkahmu dan aku tak lagi menunggu hari rabu dan kamis.
Tapi aku tak bisa berbohong aku begitu cemas semester tiga yang akan segera berahkir ini, aku mencemaskan tak ada lagi rabu dan kamis yang biasa aku tunggu, tak ada lagi kekecewaan jika kuliah dibatalkan karena aku kehilangkan kesemapatan untuk mencuri memperhatikan tingkahmu. Aa.. aku pasti sangat merindukan rabu dan kamis ini.
Jika kau punya banyak waktu
Ku mohon dengar ini
Hadiahkan untuk ku
Rabu dan kamis yang baru

090989, January 2010.

Iklan

Online Mengaburkan Pengeditan

Oleh Diana Besni

Tak biasa di pengungkiri keberadaan media sudah menjadi kebutuhan bagi semua khalayak. Berkembangnya Teknologi Komunikasi dan Informasi (Information and Communication Technology / ICT) selama dekade terakhir membawa tren baru di dunia industri komunikasi yakni hadirnya beragam media online. Direktur Kompas Cyber Media (KCM) Ninok Leksono menyebutkan, kehadiran media online ini jelas telah mengubah paradigma baru pemberitaan, yakni event on the making. Maksudnya, berita yang muncul tidak disiarkan beberapa menit, jam, hari, atau minggu, tetapi begitu terjadi langsung di-upload (dimasukkan) ke dalam situs web media online. Itulah keunggulan media online yang serba cepat

Jurnalisme online adalah perubahan baru dalam jurnalistik, dari media cetak berubah menjadi media online. Media online merupakan penyajian laporan jurnalistik dengan menggunakan teknologi internet, yang menyajikan informasi cepat dan mudah diakses dimana saja. Berita dibumbui dengan teks bergambar, video, dan suara. Menjadi kelebihan yang membuat publik lebih memilih media online ke timbang media cetak, yang terbit perhari atau perminggu.

Fenomena jurnalisme online sekarang ini menjadi contoh menarik. Khalayak pengakses berita hanya tinggal meng-klik informasi yang diinginkan di komputer yang sudah dilengkapi dengan aplikasi internet. Aplikasi teknologi komunikasi terbukti mampu menjembatani jalur transportasi pengiriman informasi media kepada khalayakny dengan cepat.

Bagi yang suka online sudah mengetahui banyak  Media online yang sukses dalam menyajikan berita, contonhya detik.com, kantor berita Nasional Antara, tempointeraktif.com dan  Seiring berjalannya waktu, media online mulai bermunculan seperti astaga.com, satunet.com, suratkabar.com, berpolitik.com, ok-zone.com. jumlah pengguna internet di Indonesia ada 25 juta. Memang  ini hanya sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Tapi setidaknya jumlah itu terus meningkat, bahkan sampai 1000 persen pertahunnya (www.kompas.com,  5/9). Dengan lahirnya media online maka media cetakpun tidak mau kalah, dengan dua penyajian media cetak dan media online seperti kompas.com, temporinteraktif.com, republika.com, pikiran-rakyat.com, klik-galamedia.com.

Di sisi lain, jurnalisme online juga memudahkan wartawan untuk terus-menerus meng-up date informasi yang mereka tampilkan seiring dengan temuan-temuan baru di lapangan. Dalam konteks ini, konsekuensi lanjutnya adalah berkurangnya fungsi editor dari sebuah lembaga pers karena wartawan relatif mempunyai kebebasan untuk segera meng-up load informasi baru tanpa terkendala lagi oleh mekanisme kerja lembaga pers konvensional yang relatif panjang.

Pengeditan merupakan langkah untuk menjadikan sebuah media cetak mampun online untuk menjadi lebih berkualitas. Meng-edit sebuah tulisan dengan cara membetulkan kata yang kurang, lebih, atau salah hurufnya, membetulkan kalimat yang tidak jelas susunan subyek, predikat, obyek, serta keterangannya, memperbaiki penggunaan kata yang tidak pada tempatnya, serta memperbaiki hubungan antar kalimat dan paragraf yang kurang tepat. Bukan hanya sekedar pengeditan bahasa tapi juga melakukan cek end ricek terhadaap berita yang akan dimuat.

Umumnya sebuah media baik itu cetak mau online memiliki pemimpin redaksi, redaktur pelaksana, staf redaksi, dan reporter. Reporter yang turun kelapangan akan membuat hasil  laporannya baik dalam tulisan atau berita. lalu diserahkan kepada redaktur, disinilah proses pengeditan itu berlangsung. Umumnya, yang berhak untuk meng-upload naskah hanyalah redaktur atau pemimpin redaksi. Namun, ada media yang memberikan wewenang khusus kepada reporter tertentu yang telah dipercaya. Si reporter ini bisa meng-upload sendiri berita yang mereka tulis, melalui komputer warnet, laptop, atau media-media lain yang memungkinkan.

Ada pula media biasanya media online yang sudah besar  yang memiliki tim uploader khusus. Jadi, editor tidak harus meng-upload sendiri naskah-naskah yang akan dimuat. Mereka tinggal melakukan tugas-tugas jurnalistik seperti mengedit dan menyeleksi naskah. Setelah fix, naskah itu diserahkan pada tim uploader untuk dionlinekan.

Nah saat seorang reporter diberikan wewenang untuk meng-upload sebuah naskah atau berita berarti proses editing tidak berjalan dengan baik. Walaupun si wartawan adalah wartawan yang telah diberikan wewenang khusus untuk meng-upload. Tak tertutup kemungkinan proses editing yang dilakukan oleh redaktur saja masih mengalami kesalahan-kesalahan. Nah ketika proses editing dilakukan oleh wartawan itu sendiri apakah tidak akan terjadi pembenaran terhadap dirinya sendiri karena tidak akan ada pihak yang dapat membatasinya. Hal ini berdampak pada sipembaca karena mendapatkan informasi tidak valid baik segi bahasa atau datanya, dan apakah nantinya publik tidak akan mempertanyakan kebenaran dari informasi yang didapatnya? Lalu apakah fungsi jurnalistik untuk menyampaikan kebenaran  akan tercapai?

Saat seorang wartawan diberikan wewenang untuk meng-upload beritanya sendiri, itu merupakan  tanggungjawab baru bagi seorang wartawan, untuk lebih meningkatkan ilmu kewartawanan dan jurnalistiknya. Saat melakukan proses editing sendiri seoarang wartawan akan tahu dan sadar jika terdapat kesalahan terhadap tulisanya. Seorang jurnalistik  yang memilki dan menguasai ilmu jurnalistik dengan baik akan menyadari sendiri jika terjadi kekurang terhadap berita atau tulisanya. Dan tidak akan terjadi pembenaran terhadap dirinya sendiri. Namun, yang melakukan proses editing itu adalah manusia juga, maka tak menutup keumungkinan bahwa hasil editing yang sudah dipublikasikan atau ditayangkan masih juga mengandung kesalahan-kesalahan.

hidup selalu di hadapkan pada hal-hal yang terkadang menurut kita bukanlah hal yang wajar. terkadang pilihan tersebut membuat diri kita dan orang lain harus merasakan bagaimana tersakiti. saat kita ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik dari orang itu mungkit kita harus mengorbankan apa yang kita inginkan. banyak hal yang kita lakukan terkadang itu adalah hal yang salah dan tidak masuk akal bahkan sebagian dari kita merasa kalau kita lah yang sepempurna tapi itu salah, saat kita mengiginkan sesuatu kita perlu banyak pengorbanan dan perjuangan.

Baca entri selengkapnya »

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Iklan

  • Tidak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori